
flowers
Selasa, 06 November 2012
Senin, 05 November 2012
Foto Levitasi
Fotografi dengan gaya levitasi
(melayang) belakangan kerap digandrungi oleh penikmat fotografi. Hasil
gambarnya yang unik serta tidak biasa, menjadi alasan mengapa fotografi gaya
levitasi begitu diminati...
Bagi
Anda yang belum mengetahui apa itu fotografi levitasi, penjelasan singkatnya
seperti ini, fotografi levitasi adalah sebuah trik dimana si fotografer dapat
mengabadikan objek gambar dimana si objek atau model terlihat melayang tanpa
alat bantu apapun.Pada dasarnya, foto levitasi bisa dihasilkan melalui dua cara, yakni melalui olah digital atau secara manual (tanpa editing). Nah, bagi Anda yang ingin mencoba fotografi levitasi, berikut adalah beberapa tips untuk memotret foto levitasi secara manual.
Tips untuk model
Bagi model yang ingin mengambil pose menuju ke suatu arah, biasanya menekuk kedua kakinya ke belakang (sekitar 45 derajat) sesaat setelah melompat(air time) hal ini biasanya dilakukan guna membuat kesan si model sedang berjalan. Nah, bagi model yang sedang berlevitasi di tempat, biasanya berpose dengan kaki lurus ke bawah.
Gunakanlah berbagai aksesoris, guna memperkuat tema yang ingin diangkat, seperti payung, buku, sapu atau pun vacum cleaner.
Fotografi levitasi berbeda dengan jump shot yang hanya sekedar memperlihatkan model yang melompat. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami dengan ekspresi tanpa beban. Berekspresilah sewajarnya sesuai dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Lebih bagus jika model tidak melihat ke kamera (kesan candid).
Gunakan peniti, pin, sabuk, double tape atau alat penjepit baju lain supaya baju tak tampak menggembung atau tersingkap saat model melompat, untuk mendapatkan kesan levitasi yang sempurna.
Juga, bisa menggunakan hair spray/gel agar saat melompat, rambut tidak terlihat berantakan. Bisa juga rambut diikat, memakai bando, atau topi. Foto levitasi yang sempurna harus memperlihatkan rambut yang tetap rapi.
Stay safe! Jangan memaksakan diri melompat jika sudah lelah dan cari lokasi yang aman buat melompat.
Tips untuk fotografer
Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera profesional (DSLR) maupun kamera saku (camera pocket).
Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan momen 'melayang'.
Pastikan cahaya (matahari) cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.
Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yang melayang dengan lebih fokus (frozen moment). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Shutter speed di atas 1/500 lebih baik.
Untuk kamera saku (pocket camera) bisa memanfaatkan Sport Mode untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Sementara, untuk kamera ponsel karena tidak ada setting untuk shutter speed, sebaiknya melakukan foto levitasi outdoor dan memanfaatkan cahaya matahari langsung agar mendapatkan high shutter speed. (Sbh)
Melayang Di
Udara Dengan Foto Levitasi .
Berikut merupakan beberapa contoh foto levitasi
Sumber :
Pucang Sawit I'm In Love
Banyak
yang berharap saat tulisan ini hendak diposting
, pulsa modem mendadak sekarat , koneksi wifi
kampus bersignal php , kalau
enggak , baterai laptop sakaratul maut , atau mungkin ada ketua tingkat ngajakin Penulis
nonton layar tancep di Pucang Sawit . eghm...
#kode
Suatu
ketika di Gedung Pusat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas
Sebelas Maret yang panasnya sakit jiwa.
Seluruh
kegiatan registrasi ondesk dan periksa kesehatan sudah rampung terselesaikan ,
almamater dalam genggaman , kini tiba saatnya
mengisi daftar hadir di stan unyu . Di situ ada 2 sesosok gadis yang
hendak saling berkenalan . Mereka nantinya akan menjadi teman seperjuangan
dalam menempuh program strata satu yang cukup memakan waktu sampai akhirnya
bergelar S.Pd .
Yang
namanya kenalan , pastilah saling menyebutkan nama terunyu masing – masing .
Gadis pertama bernama Opie . Mendengar namanya , yang ada dibenak tiap manusia
hanya 1 pertanyaan
“kenapa
dia tidak berkumis?” -_-
*krik krik
krik krik
Saat
liat cewek manis , berambut sebahu , berhidung kurang mancung menonjol ,
dengan perawakan Kutilang Darat ( Kurus Tinggi Langsing Dada Rata ) ini , orang
– orang pasti berfikir bahwa dia tipe cewek yang smart , serius , dan nggak
bisa bercanda . Sunggu takdir yang indah mendapati seorang cewek kaya’ Opie
diterima di Program Studi yang paling unyu sepanjang masa .
PENDIDIKAN LUAR
BIASA (PLB) / PENDIDIKAN KHUSUS.
#NP Mars
Mahasiswa
Awalnya banyak
yang menyangka bahwa Opie adalah seorang Putri Raja dari Kerajaan di sebuah Negeri
antah berantah nun jauh entah kemana . Soalnya dia kemana – mana selalu ada dayang yang ngebuntutin dia . Entah dayangnya
Opie , atau kacungnya Opie , atau justru Opie yang seorang dayang sebuah
kerajaan dan mengabdikan diri di sebuah Istana ? Nama dayang *eh temen yang
selalu mendampingi Opie saat Regristasi Ondesk itu bernama sangat INDO .
INDOnesia lebih tepatnya -_-
Wara
Rukmi Mahyastuti . Oke! Sepertinya bukan Opie yang Putri Kerajaan . Rambutnya
ikal , badannya kalau boleh dibilang Wara tergolong montok atau katakanlah
bahenol . Tapi sayang sekali , Wara sangat semampai . Kalau lagi berenang di kolam 150cm
, mungkin dia perlu digendong atau tangannya perlu dipegangi .
*ditikam
Wara*
Kembali
ke Opie . Dugaan bahwa dia sangat manis dalam berperilaku , serius , nggak bisa
bercanda lenyap seketika saat untuk pertama kalinya mendengar suara ketawanya
yang ternyata lebih LAKI dari lelaki pada umumnya . Suaranya membahana ,
menerjang ombak , menerpa pasir di sepanjang pantai , dan kemudian hanyut .
Penampilannya
cenderung cuek . Pake jaket sobek aja masih berasa kece badai . Mmm,,,mungkin
kece dan nggak tau malu bedanya tipis . Mukanya mau diapain aja nggak akan
pernah ada bedanya . Terkadang bocah – bocah sering melontarkan pertanyaan yang
singkat namun cukup membuat Opie mengambil ancang – ancang untuk memukulkan
kepalanya ke tembok
“Opie,mandi
nggak sih lu? ”
#NP BCL
– Pernah Mandi
Diantara
semua kisah , tiada kisah yang lebih mengesankan selain kisah percintaan .
Begitu pula dengan gadis manis yang satu
ini . Agak kurang terpahami selera cewek yang satu ini . Bukan bingung soal
tipe laki – laki seperti apa yang dia suka , tapi sebenarnya dia suka cowok
atau cewek ? *eeh
Opie sepertinya memang perlu bimbingan konseling
*eghm
Opie
adalah Runner Up Miss Modus 2012 . Nggak perlu nanya siapa the real Miss Modus
2012 nya .
Di
sebuah toko buku nan hening .
Opie
sibuk memilah – milah kumpulan gudang ilmu yang akan dijadikannya teman saat
malam minggu tiba .
#np
Yovie & Nuno – Galau
Disela –
sela perburuannya , Opie menemukan sebuah teenlit
berjudul Jurnal Jo . Mata Opie terpikat dan bergegas mengambil buku
tersebut dari deretan buku yang lain . Entah apakah ada yang salah dari cara
Opie meraihnya . Buku itu terjatuh . Tepat di samping kaki kanan Opie . Buru –
buru Opie meraih buku bercover gadis yang berayun – ayun di bawah pohon sawo
dengan latar belakang hijau muda nan elok tersebut . Opie ulurkan tangan
berjemari manisnya untuk meraih . Yap! Terpegang bagian pinggir buku tersebut .
Opie siap mengangkatnya perlahan . Namun tenaganya tertahan ketika melihat
sesosok tangan berkulit kuning langsat nan kekar tetapi masih lebih kekar
tangan opie , ikut memegangi buku yang hendak diambilnya . Terang saja
tenaganya tertahan . Degupan jantung bak petir menyambar ketika Opie melihat
seorang Pria bersenyum manis berdiri tepat di hadapannya . Opie melongo sesaat
. Yaa,,aura sexy Opie seketika luntur jika berhadapan dengan situasi yang
membuat hatinya cenatcenut deg – degan .
#NP
Coboy Junior - Kamu
Prelano
: “Ooh...maaf mbak,ini bukunya”
Opie :
*berdiam diri sambil melirik*
..i...i...iya mas...nggak apa –
apa..
Prelano
: “mmmm....Boleh kenalan?”
Opie :
“Masih ngomong sama saya??”
Prelano
: “Menurut Lo ? iyaa mbak .” Prelano mengulurkan tangan .
Opie :
“ooooh” Opie hanya menelungkupkan tangannya bak gadis berjilbab menjuntai
hingga lantai .
Prelano
:”Prelanoo...
Opie....nama kamu lucu yaa? Kaya’
orangnnya ” puji Prelano .
Opie
:”nama masnya agak aneh!! Lahir di mana mas?” tanya Opie
Prelano
: -_______-“
Opie :
“Nama Masnya agak panjang buat dipanggilnya .
Boleh disingkat aja nggak mas
panggilannya? Mungkin Lano , Prelan , atau Rela??”
Prelano
: “mmmm.... Endo aja deh!!”
Opie : Heeee????
Dari Prelano kenapa jadi Endo -_____-!!
Prelano
:”Nama panggilan dari kecil..hehe
boleh minta pin nya??”
Opie
:”boleh boleh boleh!!!
1565286”
Prelano
: “????”
Opie
:”beneran!!
Itu bener pin ATM gua”
Datang
cewek ber-softlense cokelat meraih
tangan Endo .
“Gimana
sayang?? Udah dapet bukunya??” sela cewek berambut sebahu tersebut .
“Elizabeth
Harlock nya nggak ada...” jawab Endo pasrah .
“Abang
udah BBM loh dari tadi...balik yok!!!kapan – kapan gua temenin nyari lagi .”
Endo dan
Gadis tersebut berlalu . Endo melupakan Opie sesaat . Endo tersadar akan Opie ketika Ia hendak masuk
ke mobil . Endo menahan tubuhnya untuk masuk ke mobil dan berlari menuju ke
dalam toko buku lagi . Endo melihat di deretan buku tepat dimana dia berkenalan
dengan Opie . Nasib tak begitu baik . Opie sudah tidak di situ . Gadis yang
begitu cepat mencuri perhatiannya dan yang begitu cepat pula ia tinggalkan .
Opie
berdiri di depan kasir dengan posisi membelakangi pintu keluar . Ketika
berjalan keluar , langkah Endo terhenti tepat sebelum pintu keluar sambil
tertunduk lesu . Opie selesai membayar buku yang ia inginkan . Opie ingin
membalikan badan dan ingin keluar dari toko buku yang telah membuatnya galau
tersebut . Endo masih memandangi pintu keluar dengan perasaan gundah gulana .
Dompet Opie terjatuh . Benda tersebut menghalangi langkah Opie untuk segera
membalikan badan . Endo keluar dengan langkah mantap sambil berharap akan
bertemu lagi dengan Opie . Endo masuk ke mobil dan berlalu . Opie keluar dari
toko buku dengan senyum tertata pertanda menutupi mood nya yang sedikit down . Mereka berdua gagal bertemu .
Di suatu
sore yang cerah Opie , Wara , Cici berkumpul di ruang tengah rumah Opie .
Ting.......tong..........
“Opie ,
buka pintu!! Mami pesen pizza . Bayar pake uang kamu dulu . Nanti Mami ganti .
Mami lagi di dapur . Nggak usah dijawab , Mami lagi repot .”
*nelen
remote TV*
“Pesanan
atas nama Ibu Meilana?? 1 cheezy bytes ukuran personal .” sapa ramah Pengantar
pizza yang berdiri tegap di depan pintu .
Opie tak
lantas menjawab . Opie tertunduk tak selera untuk mengobrol dengan nada ramah .
Kepala Opie yang sedari tadi melihat lantai keramik rumahnya , ia angkat
perlahan . Tampak mulai dari sepatu , celana panjang , hingga nametag bertuliskan
PRELANO A .
Opie
mengerutkan dahi melihat nama yang terpampang di seragam tersebut . Sepertinya
ia mengingat sesuatu .
“Mbak...maaf...ini
pesanannya .”
Ya!
Dialah Endo . Pria yang ditemui Opie di sebuah toko buku .
“Endo..................!?!??kok..................”
Opie speechless .
“Aku
nyambi kerja Op...lumayan,,hasilnya bisa buat nambah uang jajan..” Endo
tersenyum .
“ohh...mmm
makasih” Opie meraih sekotak pizza dari tangan Endo .
Opie
membalikan tubuhnya untuk masuk ke dalam rumah . Seketika Endo memanggilnya
“Opie....”
Opie
tertunduk tersipu sebelum membalikan tubuhnya kembali untuk menatap Endo . Yang
ada di benak Opie hanyalah hal – hal yang mungkin akan ditanyakan Endo padanya
seperti meminta nomor hendphone nya , pin BB nya , atau username twitternya .
“iyaaaaa....”
Opie menata tiap gerak dan mimik mukanya perlahan hingga menatap mata Endo .
“Uangnya
belum...” Endo menunduk .
“heeee???
Eh..anu..eh..ini...maaf” Opie meraih beberapa lembar uang dari saku hot pants
nya dengan muka merah nan konyol .
Pertemuan
kedua yang menggelitik . Opie yang awalnya tidak begitu suka makan pizza ,
mendadak rajin memesan pizza . Bukan karena rasa pizza yang mulai membuatnya
ketagihan . Namun lantaran keinginannya untuk melihat Endo .
1X
pesanan diantar Endo .
2X pesanan
diantar Endo juga .
3X
pesanan masih diantar Endo .
4x
pesanan diantar oleh pegawai lain .
Mood
Opie kembali down . Wara mengajaknya latihan PRAMUKA jalan – jalan ke Solo Grand Mall . Time zone
hanya membuatnya tersenyum sesaat . Opie dan Wara mengitari Mall tanpa arah dan
tujuan yang pasti . Mata Opie tertuju pada seorang gaadis yang sepertinya tidak
asing bagi indera penglihatannya . Berdiri anggun dengan dress biru tosca ,
terlihat ia tengah sibuk memililah – milah cincin .
“Untuk
apa dia mencari cincin??” bisik Opie dalam hati .
Gadis
sexy itu tampak sedang meminta pendapat tentang cincin yang ia kenakan kepada
pria yang berdiri di dekatnya . Pria tersebut juga terlihat tengah mencoba
cincin yang disodorkan gadis tersebut . Badai dari mana yang tiba – tiba
mendadak berhembus? Pria tersebut adalah Endo . Pria yang mengajaknya berkenaan
di toko buku dan Pengantar pizza langganan Mami Opie . Opie terkejut akan
pemandangan yang ada di hadapannya saat itu . Opie mulai meyakinkan dirinya
bahwa Endo telah memiliki calon pendamping hidup . Lalu apa hasil yang Opie
dapat dari usaha kerasnya selama ini?
Endo
melihat – lihat ke sekitar dan pandangannya terhenti pada Opie . Endo
melambaikan tangan ke arah Opie . Opie mengambil jurus langkah seribu seketika
. Endo yang merasa senang bertemu Opie merasa aneh dengan sikap Opie yang tiba
– tiba menghindar darinya . Endo berlari mengejar Opie yang berlari terlebih
dahulu ke luar . Tangan Opie berhasil diraih Endo . Endo mengarahkan tubuh Opie
yang membelakanginya agar berbalik menghadapnya . Muka Opie terlihat sangat
murung tak berdaya .
“Selamat
ya Endo...” Opie memberikan ucapan selamat pada Endo dengan nada nan lirih .
“Selamat
buat apa Op??” Endo mengerutkan dahi .
“Semoga
pernikahan kamu langgeng...jaga istri kamu nanti baik – baik ya” Opie tersenyum
lesu .
“Kamu
ngomong apa sih Opie?? Aku nggak ngerti...” Endo makin bingung .
“Cewek
itu....yang tadi beli cincin sama kamu...yang sering manggil kamu SAYANGk...Dia
calon istri kamu kan? Makanya aku ngucapin selamat ke kamu...”
Endo
tersenyum kecil . Diraihnya kepala Opie dan mencium kening Opie secara spontan
. Opie terdiam bingung . Sebenarnya apa yang dilakukan Endo?
“Opie...kamu
sekarang ikut aku yaaah!!” Rayu Endo menenangkan Opie .
Opie
ditarik menuju mobil CRV warna hitam bernomor polisi “AD 3ND0 PS” . Opie duduk
di depan bersama Endo . Gadis yang sedari tadi berada di Mall bersama Endo
duduk di belakang . Opie terdiam seribu bahasa .
#NP Diam
Tanpa Kata – D’Masive
Opie
memulai pembicaraan di mobil .
“endo,plat
nomor mobil kamu maksudnya apa?” tanya Opie polos .
“AD itu
kode wilayah . 3NDO berarti ENDO” jawab Endo santai
“kalo PS
nya??” sela Opie .
“Pucang
Sawit...itu daerah Kompleks rumahku...Ini kita mau ke sana .”
“Haaa????ke
rumah kamu???Itu daerah mana lagi??Trus mau ngapain??” Opie panik .
“Kamu
harus nikah sama orang Pucang Sawit biar tahu daerah itu” goda Endo .
“apaan
sih?!!!!!?”
Gadis
yang sedari tadi duduk di belakang hanya asik sendiri menikmati lagu – lagu
2NE1 .
Rumah
Endo di depan mata . Endo membukakan pintu dan mengajak Opie turun dari mobil .
Opie
masih tak mengerti apa rencana Endo hanya diam terduduk lesu kebingungan .
“Sebenernya
mau kamu apa sih??” Opie kesal .
Gadis
berdress biru tosca tadi turun terlebih
dahulu dan memasuki rumah meninggalkan Endo dan Opie berdua .
“Opie...masuk(!--more--)
dulu yuk!!Kamu salah paham...” suara
Endo nan lembut berusaha untuk menjelaskan semuanya .
“salah
paham apa?!!!???Anterin aku pulang sekarang juga . Aku nggak mau tau!!!” Opie
makin kesal .
“Oke!!
Opie!!! Aku suka sama kamu...ini memang terlalu cepet..tapi aku juga nggak bisa
nahan ini lama – lama . Soal cewek tadi,,,ikut aku sekarang!!”
Opie
terpaku tak berdaya mengucapkan satupun kata . Endo menggandeng tangan Opie
erat menuju ke dalam rumah .
“Maaa...”
Endo memanggil mamanya .
Tak ada
jawaban dari Mamanya , yang datang adalah gadis yang tadi .
“Kenapa
sayang??Mama lagi ke Supermarket beli buah .” jawabnya santai sembari tersenyum
dan panggilan SAYANG masih selalu ia lontarkan .
“Trus
Abang mana??” Tanya Endo .
“Ada di
kamar . Kecapean kayanya .”
Endo
menatap wajah Opie dalam – dalam . Opie membalas tatapan Endo .
“Opie...kenalin
. Itu namanya Lely . Dia calon tunangannya Abangku .” jelas Endo .
“Halloo....
Lely”
“O...Opie...”
sahut Opie penuh keraguan .
Turun
sesosok Pria putih berparas mirip Endo dengan fostur lebih pendek sedikit .
“Yang
itu Abangku...” seru Endo .
“Hai...
Bondan...”
sapa ramah kakak Endo .
“Opie...”
Opie mengucapkan namanya .
“Sayang..kapan
dateng??” Bondan meraih kening Lely dan mengecupnya .
“Baru
aja kok Bang...dijemput Endo tadi...”
“Terus
cincin yang tadi buat siapa???” Opie menarik – narik lengan baju Endo manja .
“Itu
buat mereka...karena Abangku terlalu sibuk , jadi aku yang kebagian nemenin Kak
Lely cari cincin...kan ukuran jari manis ku sama Bang Bondan sama.. kalo cincin
buat kamu nanti yaa!!kalo kita udah sarjana..”
Endo menyenggol Opie .
“Apa
siih??” Pipi Opie memerah...
#NP
Glenn Fredly – Kisah Romantis
Opie dan Endo
Langganan:
Postingan (Atom)














